Menurut Meva Nareza sebagaimana dikutip dari dari Alodokter, diet DEBM merupakan diet yang memperbanyak asupan protein dan lemak serta mengurangi asupan karbohidrat dan gula. Diet ini ditanggapi dengan positif hingga diikuti oleh ratusan juta orang karena dianggap bisa menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat.
Meski diet ini diklaim lebih mudah karena tidak memiliki banyak pantangan serta diperbolehkan makan makanan yang enak tanpa menahan lapar, ada beberapa efek samping diet DEBM yang harus diperhatikan saat menjalankan diet ini lho. Yuk simak daftarnya.
Baca juga: Kiat Menurunkan Massa Tubuh Secara Konservatif, Apa Itu?
1. Sembelit dan sering buang air kecil
Dengan tidak jelasnya porsi ini, Genhype bisa terkena risiko sembelit sebagai akibat dari kekurangan serat yang ada pada sebagian besar makanan karbohidrat, misalnya sayuran dan buah dan kurang lancarnya sistem pencernaan dalam menyerap nutrisi dan mendorong kotoran.
Sebaliknya, diet ini bisa menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat karena adanya cairan berlebih yang dibuang tubuh melalui urine. Ini terjadi karena turunnya glikogen, bentuk penyimpanan karbohidrat yang mengikat air, di dalam tubuh.
2. Kinerja otak berkurang
Asupan gula yang tidak banyak dikonsumsi dan jadi pantangan dalam pola diet ini membuat tubuh kekurangan gula alami dan karbohidrat, sehingga dampaknya bisa menyebabkan sulitnya tubuh mengubah glukosa dari otot karena durasi yang lebih lama. Dampaknya, ini bisa mengganggu kerja otak.
3. Lemas
Tidak hanya itu, ada juga efek mual dan kurangnya kualitas tidur karena terbatasnya glukosa yang ada melalui proses metabolisme karbohidrat menjadi energi.
4. Kekurangan nutrisi
Baca juga: Mengenal Kelebihan & Kekurangan Diet Raw Food
Selain 4 efek samping ini, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah naiknya kolesterol jahat, sakit kepala, perut kembung, kram otot, dan bau mulut. Karena itulah, sangat disarankan jika Genhype ingin mulai melakukan diet agar melakukan konsultasi kepada ahli gizi untuk mengetahui diet yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Editor: Fajar Sidik
link
